Dosen Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri kembali meraih prestasi membanggakan. Dalam kompetisi hibah nasional, IIK Bhakta berhasil menyingkirkan sekitar 2.100 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh penjuru nusantara.
Atas pencapaian luar biasa ini, IIK Bhakta resmi terpilih menjadi salah satu dari 16 penerima Program Titik Kumpul Saintek 2026 yang diselenggarakan di bawah naungan Diktisaintek Berdampak. Prestasi bergengsi ini diraih berkat usulan penelitian berdedikasi bertajuk "Penguatan Klub Sains AKIRA melalui Proyek Sintesis Hijau Nano ZIF-8 sebagai Smart Antibacterial Coating."
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapasitas akademis dan inovasi riset yang dimiliki oleh para dosen dan mahasiswa IIK Bhakta dalam menjawab tantangan sains modern di tingkat nasional.
Sintesis Hijau dan Rekayasa Nanomaterial
Penelitian ini dipimpin oleh Tri Ana Mulyati, M.Si. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin yang melibatkan akademisi serta pakar berkompeten.
Anggota tim tersebut terdiri dari Dr. apt. Dyah Aryantini, M.Sc., Fery Eko Pujiono, M.Si., Binti Mu'arofah, S.ST., S.Pd., M.Si., dr. Ronald Aprianto Parubak, Sp.MK., dan Siska Kusuma Wardhani, S.SI., M.Imun. Fokus utama dari proyek ini adalah pengembangan material pelapis antibakteri pintar (smart antibacterial coating) berbasis Zeolitic Imidazolate Framework-8 (Nano ZIF-8).
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada green synthesis atau sintesis hijau, yaitu metode rekayasa nanomaterial yang ramah lingkungan, efisien, serta meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya. Material ZIF-8 hasil sintesis hijau ini memiliki keunggulan berupa struktur berpori dengan daya serap dan pelepasan senyawa aktif secara terkontrol.
Dampak Medis dan Pemberdayaan Mahasiswa
Secara medis, inovasi ini diproyeksikan dapat menanggulangi permasalahan infeksi nosokomial atau infeksi yang didapat di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan mengaplikasikan pelapis antibakteri pintar ini pada berbagai permukaan peralatan medis, pertumbuhan mikroorganisme berbahaya dapat ditekan secara signifikan.
Selain fokus pada luaran ilmiah, program ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa yang tergabung dalam Klub Sains AKIRA. Selain mahasiswa, Siswa dari Madrasah Aliyah 1 Kota Kediri dilibatkan secara aktif dalam proses eksperimen laboratorium, analisis data, hingga publikasi ilmiah.
Hal ini bertujuan untuk membentuk generasi peneliti muda yang kompeten, kritis, dan siap bersaing di tingkat internasional. Keberhasilan menembus seleksi ketat ini menegaskan komitmen IIK Bhakta sebagai kampus terakreditasi Unggul yang senantiasa menghadirkan inovasi sains demi kesejahteraan masyarakat.